English (United Kingdom)
Chat With us
Dapatkan Informasi Product terbaru dari Bajubatik.com
Subscribe to Our Newsletter

Visitor Counter

Kami memiliki 92 tamu online

Testimonials

bajubatiknya sdh sampai dimamuju, barangnya bagus banget. saya tunggu koleksi terbarunya.......

More...

By iphan joel

gan barang sudah samapi dengan selamat ke balikpapan....Muantab!!

More...

By ainiah

ini lokasi dimana?? pengirimannya pakai apa??

More...

By aa

mba' icha yg manis, thanx berat ya, baju batiknya udah nyampe maumere- flores dg selamat. kami sangat suka dg motif dan warnax.keren,, stay cool..cuma...

More...

By yasintha clementina

mbak icha batiknya dah nyampe ke banda aceh dengan selamat...TOPCEERRRRRRRRR RRRRR mbak... buat yg lain, RECOMENDED SELLER deh..

More...

By zainal

Eksplorasi Kain Tradisional untuk Busana Muslim
Rabu, 16 November 2011 03:45

Pada event Jakarta Fashion Week (JFW) 2012 hari ketiga, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menampilkan delapan desainer untuk koleksi busana muslim, dan 10 desainer untuk koleksi busana siap pakai dalam dua show yang berbeda. Dalam show pertama yang digelar di Fashion Tent, Pacific Place, Jakarta, Senin (14/10/2011) lalu, delapan desainer busana muslim memamerkan karyanya terlebih dahulu.

Dari kiri ke kanan: Koleksi Adhie & Ali, Ida Royani, Irna Mutiara, dan Lia Afif, yang ditampilkan di Jakarta Fashion Week 2012 hari ketiga, Senin (14/11/2011) lalu.

Kekayaan warisan budaya Indonesia membuat beberapa desainer busana muslim ini berusaha mengeksplorasi kain tradisional dari berbagai daerah. Nieta Handayani, misalnya, mengangkat
tema Efyption dari Kalimantan. Busana-busananya menggambarkan suasana padang pasir yang dipadukan dengan unsur etnik. Kain sifon yang ringan melambai dipadukan dengan kain motif
sasirangan, dengan detail lipit dan ruffles menghiasi koleksinya. Koleksi sepatu berbulu serta penutup kepala berupa turban menambah unik tampilan keseluruhan enam busana koleksinya.

Lombok ternyata juga merupakan salah satu penghasil kain songket, dan Lia Afif menggunakan kain songket ali sasak sukarare untuk koleksinya yang bertema Burning in The Dazzle. Lia memadumadankan bahan sifon dan thomson silk dengan bahan stretch dengan warna biru dan gold untuk menggambarkan semangat yang kuat, dan niat untuk memancarkan aura pemakainya. Perpaduan warna terang dan hitam dengan songket lombok, juga diberi aksen manik dengan warna emas yang terangkai memberi kesan glamor.

Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur takkan habis dieksplorasi. Ida Royani memilih bahan ini untuk tema From West to The East yang diusungnya. Dalam enam koleksi busananya, Ida memadukan warna rempah atau tumbuhan alami dengan unsur-unsur etnik. Mayoritas kain tradisional yang digunakan untuk memberi kesan etnik, yang diaplikasikan pada rok bawahan yang tetap mempertahankan bentuk asli kain. Hampir semua koleksi dilengkapi selendang dengan motif dan rok warna senada. Penutup kepalanya tampil dalam gaya turban dan topi berbentuk kotak, menambah keunikan busana-busana etnis yang modern ini.

Yessy Riscowaty terinspirasi Moslem Ready To Wear tahun 1950-an yang dipadukan dengan unsur etnik Bali. Koleksinya muncul dalam bentuk gaun terusan dengan siluet  hourglass, ditambah coat dan aksen lace. Bahan-bahan yang digunakan antara lain sifon, sutera, cerutti, linen, jacquard, dan tafetta yang memberi kesan feminin, edgy, dan classy.

Para perancang lain menawarkan tema yang lebih beragam, seperti Najua Yanti yang terinspirasi dari bohemian style. Keseluruhan busana koleksi Najua merupakan kolaborasi alur etnik Indonesia dengan pilihan warna dan aksesori gold. Enam busana yang ditampilkannya terdiri atas gamis dan jubah panjang.

Keanekaragaman flora di daerah tropis ditampilkan dalam motif bunga, dedaunan, serta ranting-ranting kering oleh duet Adhi dan Alie. Aplikasi bunga menjadi hiasan pada kerudung, bagian dada, bahu, dan pinggang enam busananya yang keseluruhannya berbentuk gamis. Motif dedaunan, ranting, kupu-kupu diaplikasikan pada bagian bawah gamis dengan bahan yang lebih tipis dan warna yang lebih transparan, sehingga tampak lebih lembut.

Nuniek Mawardi, mengangkat tema Dystopia, karena terinspirasi dari tekstur alami bebatuan yang ada di gunung kapur.  Nuniek menggabungkan keteraturan dan ketidakteraturan pada detail. Pemilihan tone warna coklat, biru, hitam, dan abu-abu menambah kesan alam yang natural.

Gaya nyentrik Lady Gaga rupanya memikat hati Irna Mutiara, yang mengolah koleksi busana gamisnya dengan kerudung-kerudung berbentuk tanduk rusa gelombang ombak. Meski memilih warna-warna dingin seperti silver, biru, dan broken white, namun teknik draperi yang diaplikasikan berbeda untuk masing-masing busana memberi kesan feminin dan lembut bagi pengguna busana muslimah.

(Source : http://female.kompas.com/read/2011/11/15/15365752/Eksplorasi.Kain.Tradisional.untuk.Busana.Muslim)

 

Batik Petai Cina Sudah Ada di Pasar

Batik Petai Cina Sudah Ada di Pasar

Model dan motif fashion batik terus berubah-ubah. Tahun 2012 ini, batik-batik bercorak kombinasi antara klasik dan modern diprediksi akan menjadi...

04 Jan 2012 Hits:1058 News

Read more

Batik Blarak Kini Populer di Medan

Batik Blarak Kini Populer di Medan

Batik kini makin populer di berbagai kalangan di Tanah Air. Kini batik tak hanya dipakai kalangan orang tua, namun anak...

04 Jan 2012 Hits:592 News

Read more

Akademi Batik Bakal Didirikan di Jabar

Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) akan mendirikan Akademi Batik untuk menumbuhkan dan menyiapkan tenaga batik profesional di kalangan generasi muda."Akademi ...

01 Des 2011 Hits:427 News

Read more

Paduan Eksotisme dan Gaya Urban

Paduan Eksotisme dan Gaya Urban

Sepuluh desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang tampil pada hari ketiga event Jakarta Fashion Week (JFW) 2012, Senin...

16 Nov 2011 Hits:561 News

Read more

Eksplorasi Kain Tradisional untuk Busana

Eksplorasi Kain Tradisional untuk Busana Muslim

Pada event Jakarta Fashion Week (JFW) 2012 hari ketiga, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menampilkan delapan desainer untuk koleksi...

16 Nov 2011 Hits:465 News

Read more

Perancang Thailand Terpesona Batik Indon

Perancang Thailand Terpesona Batik Indonesia

Selain letak negara yang bertetangga, Indonesia dan Thailand juga memiliki kebudayaan yang tak berbeda jauh, terutama dalam selera fashion-nya. Hal ...

16 Nov 2011 Hits:322 News

Read more

Mimpi Jimmy: Batik Papua Dipakai Obama

Mimpi Jimmy: Batik Papua Dipakai Obama

"Batik saya bisa dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, itu mimpi saya," kata pengusaha batik Port Numbay, Jimmy Hendrick...

10 Nov 2011 Hits:398 News

Read more

Indonesian Designers Show Their Best At

Indonesian Designers Show Their Best At World Batik Summit

Many of us must have heard that Indonesia hosted World Batik Summit 2011 that was held from September 28 to...

11 Okt 2011 Hits:462 News

Read more

My Story of Lasem Batik

My Story of Lasem Batik

Many people might know Lasem as one of the famous batik towns in Indonesia. But whenever I hear the word...

11 Okt 2011 Hits:342 News

Read more