Chat With us
Dapatkan Informasi Product terbaru dari Bajubatik.com
Subscribe to Our Newsletter

Visitor Counter

We have 65 guests online
Paduan Eksotisme dan Gaya Urban
Wednesday, 16 November 2011 03:49
There are no translations available.

Sepuluh desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang tampil pada hari ketiga event Jakarta Fashion Week (JFW) 2012, Senin (14/10/2011) lalu, tampak masih terpikat dengan eksotisme budaya timur. Namun mereka mencoba mengolahnya dalam gaya urban untuk koleksi siap pakai.


Dari kiri: Rancangan desainer APPMI Afif Shakur, Anastasia, Fuji Tjandra, dan Wignyo Rahadi, dalam event Jakarta Fashion Week 2012 di Pacific Place, Jakarta, Senin (14/11/2011) lalu.

Uke Toegimin, misalnya, mengangkat tema Exotic Rustic, atau eksotisme pedesaan. Ia menggunakan kain dari Kalimantan Barat, dan mengombinasikan manik-manik untuk atasan dan denim untuk bawahan. Enam koleksi busananya mayoritas merupakan perpaduan antara kain tradisional dengan denim. Dress, rok, celana pendek, dan celana tiga perempat terbuat dari denim dengan warna biru tua yang pekat.

Kain tenun ATBM (alat tenun bukan mesin) menjadi perhatian Wignyo Rahadi, yang mengangkat tema Ethnic Re-Invention. Kain tenun yang biasanya hanya dijadikan selendang, kini dibuat menjadi sackdress hingga membuatnya sangat unik. Aplikasi ornamen manik dengan
warna-warna pastel seperti pink dusty, biru toska, dan abu-abu muda, memberi kesan romantis, feminin, edgy, dan modern.

Tak hanya motif kain tradisional yang menjadi inspirasi para desainer, tetapi juga motif pada ubin. Dalam koleksinya yang bertema Miles O'Tiles, Fuji Tjandra mengambil ragam hias ubin Maroko, Turki, dan Portugis, yang diwujudkan dalam koleksi busana dengan motif print, detail gradasi, sulam, smock, dengan ornamen batu-batuan.

Sedangkan Dwi Iskandar, rupanya terpesona dengan suasana liburan di Barcelona. Koleksinya yang bertema Blend in Contrast muncul dalam busana siap pakai berbahan rajut dan tenun. Pilihan warna jatuh kepada merah, oranye, dan hijau. Suasana liburan juga diangkat oleh Oki Wong dalam capsule collection yang bertema La Mer (The Beach). Idenya berasal dari jajaran pantai yang sangat indah, dengan warna pasirnya, warna air lautnya, deburan ombak yang menghiasi bibir pantai, aneka bentuk kerang-kerangan, hingga nyiur yang tumbuh subur di tepi pantai.

Oki menggunakan konsep padu padan dimana masing-masing busana dapat ditukar untuk mendapatkan gaya tampilan baru. Rancangan diwujudkan menjadi kemeja lengan panjang, celana baggy, rok A-Line, tunik, atasan dengan punggung terbuka, rok asimetris, bustier berpotongan scallop, maupun rok lebar panjang. Busana dipercantik dengan detail potongan scallop, tepian rok maupun celana yang dibordir bergelombang, serta bahan yang dilipit. Busana dipertegas dengan sentuhan manik-manik, kristal, dan kerang-kerangan.

Koleksi Anastasia muncul dengan rancangan bertema Trough the Looking Glass. Terinspirasi dari tanaman yang dilihat dari mikroskop, Anastasia membuat shift dress dengan atasan berlapis dengan teknik bordir. Detail motif mikroskopik membuat koleksi busananya akan tampak polos jika tidak dilihat dengan seksama. Anastasia memilih warna-warna pastel yang cenderung pucat pada enam koleksi busana siap pakai yang didominasi rok.

Dalam koleksinya yang bertema Deconstructed Line, Afif Syakur menonjolkan rancangan yang menunjukkan sisi perempuan urban yang berjiwa bebas, dan berani mengekspreasikan pribadi
yang unik. Pemilihan warna hijau, oranye, merah marun, ungu, memberi kesan berani pada mayoritas gaun yang ditampilkan.

Perancang kelas atas seperti Christobal Balenciaga dan Yves Saint Laurent juga sangat menginspirasi karya-karya para desainer lokal. Hartono Gan, yang ternspirasi dari karya dua desainer tersebut, menampilkan busana yang klasik dan tak lekang oleh waktu. Material seperti silk gaz dibentuk dengan permainan volume dan tekstur. Potongan yang pas di badan, namun tidak ketat.

Tren color blocking yang dipadukan dengan gaya tahun 60-an diangkat oleh Junie Kwanda dalam koleksinya yang bertema Ribbonholic. Junie membuat rancangan siap pakai dengan ciri khas mini, dilengkapi aksesori kacamata, sepatu wedges, serta stocking dengan warna-warna yang mencolok dan bertabrakan dengan busana yang dikenakan. Enam busana rancangannya didominasi dengan gaun-gaun mini tabrak warna.

Satu-satunya desainer aksesori yang tampil sore itu adalah Ariani dari Aarti Pieces of Art, bekerjasama dengan Agnes Budhisurya. Ariani menampilkan koleksi aksesori dengan tema (Un) Chained Imagination atau  L'Imagination. Aksesori dipakai dengan cara baru, yakni melilit pada tubuh, menempel di bahu, atau dililit di kepala. Tenun, anyaman, ikat, keranjang rotan, menjadi ciri khas koleksinya. Sedangkan peran Agnes adalah merancang busana yang sederhana agar aksesori yang dibuat Ariani lebih menonjol.

(Source : http://female.kompas.com/read/2011/11/16/09373592/Paduan.Eksotisme.dan.Gaya.Urban)

 

Batik Petai Cina Sudah Ada di Pasar

Batik Petai Cina Sudah Ada di Pasar

Model dan motif fashion batik terus berubah-ubah. Tahun 2012 ini, batik-batik bercorak kombinasi antara klasik dan modern diprediksi akan menjadi...

04 Jan 2012 Hits:1057 News

Read more

Batik Blarak Kini Populer di Medan

Batik Blarak Kini Populer di Medan

Batik kini makin populer di berbagai kalangan di Tanah Air. Kini batik tak hanya dipakai kalangan orang tua, namun anak...

04 Jan 2012 Hits:591 News

Read more

Akademi Batik Bakal Didirikan di Jabar

Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) akan mendirikan Akademi Batik untuk menumbuhkan dan menyiapkan tenaga batik profesional di kalangan generasi muda."Akademi ...

01 Dec 2011 Hits:425 News

Read more

Paduan Eksotisme dan Gaya Urban

Paduan Eksotisme dan Gaya Urban

Sepuluh desainer Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) yang tampil pada hari ketiga event Jakarta Fashion Week (JFW) 2012, Senin...

16 Nov 2011 Hits:560 News

Read more

Eksplorasi Kain Tradisional untuk Busana

Eksplorasi Kain Tradisional untuk Busana Muslim

Pada event Jakarta Fashion Week (JFW) 2012 hari ketiga, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menampilkan delapan desainer untuk koleksi...

16 Nov 2011 Hits:463 News

Read more

Perancang Thailand Terpesona Batik Indon

Perancang Thailand Terpesona Batik Indonesia

Selain letak negara yang bertetangga, Indonesia dan Thailand juga memiliki kebudayaan yang tak berbeda jauh, terutama dalam selera fashion-nya. Hal ...

16 Nov 2011 Hits:321 News

Read more

Mimpi Jimmy: Batik Papua Dipakai Obama

Mimpi Jimmy: Batik Papua Dipakai Obama

"Batik saya bisa dikenakan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, itu mimpi saya," kata pengusaha batik Port Numbay, Jimmy Hendrick...

10 Nov 2011 Hits:396 News

Read more

Indonesian Designers Show Their Best At

Indonesian Designers Show Their Best At World Batik Summit

Many of us must have heard that Indonesia hosted World Batik Summit 2011 that was held from September 28 to...

11 Oct 2011 Hits:461 News

Read more

My Story of Lasem Batik

My Story of Lasem Batik

Many people might know Lasem as one of the famous batik towns in Indonesia. But whenever I hear the word...

11 Oct 2011 Hits:341 News

Read more